About This Blog

Sekapur Sirih dari Mas Anom.


Halo saudara, Saya Raden Anom Prakoso S.Sn. Anda siapa ? Saya dulu kurang terkenal, dan untungnya sekarang juga.


Saya adalah seorang mahasiswa S1 ( Sekarang sudah sarjana ) jurusan Film di sebuah institusi di Jakarta kota bar-bar tersayang milik kita semua. Dimana aturan di kota ini adalah melanggar aturan. Dari sempitnya jarak antar manusia di Jakarta, saya sempat melahirkan sebuah tokoh untuk menambah kesemerawutan ibu kota. Saya beri nama Darius Usman.


Darius dilahirkan dari sebuah qoute dari filsuf besar Yunani.


" Satu hal yang aku tahu, aku tidak tahu apa-apa."


Darius gemar berkeliling dunia bersama saya untuk sekedar bertanya, mempertanyakan, memberi pertanyaan, bertanya-tanya dan tertanya. Tulisan dalam cerita ini sangat menyalahi kaidah penulisan karya sastra, baik dari penulisan tanda baca, ejaan, konten, etika, dan penggunaan istilah. Karena Darius dan saya tidak mau dianggap sebagai orang berintelejensi tinggi, ya walaupun pada dasarnya tidak juga. Cara membaca blog ini adalah membuka pikiran anda seluas-luasnya, jangan terlalu serius namun jangan pula tidak serius.


Salam dari orator minim pendengar !

Merdeka! ( kata siapa ? )

Rabu, 26 Mei 2010

cover




ini adalah cover album dari saya, sebuah foto yang saya ambil di suatu hari di cilincing jakarta sana, dekat tanjung priok yang termahsyur itu. Siapa mereka ? anak - anak nelayan yang hidup berdiri di atas sampah dan tanah yang terbuat dari oli bekas. Unik waktu itu saya datang kesana, jika menginjak tanah , nanti kita naik lagi, wah pokoknya tidak terbayangkan sensasinya. Baru kali ini saya merasakan perlawanan dari tanah air.
Ada uang 2 ribu di keningnya. Si Anak sangat senang dengan uang. Tapi uang tidak begitu suka dengan si Anak. Asal uang selalu ada di kening kita berdiri di atas sampah pun tak apa.

1 komentar:

  1. kena banget ekspresi si bocah tanah air ini...

    BalasHapus